BERSAMA SOBOnDESO BERPETUALANG UNTUK MENEMUKAN KEINDAHAN ALAM, KELEZATAN KULINER, KEUNIKAN BUDAYA, SEJARAH DAN MENGENAL KEARIFAN LOKAL MASYARAKAT

Minggu, 28 April 2013

Air Terjun Ledok Pokoh (Grojogan Lepo Dlingo)


air terjun ledok pokoh dlingo
Hari Minggu siang tadi cuaca Jogja cukup panas ketika saya menjemput istri pulang dari UIN, berhubung hari masih cukup siang kami ingin mencari tempat untuk refreshing. Karena hanya ide sepontanitas saya coba mencari tempat yang dekat-dekat saja, saya teringat sebuah air terjun di Kecamatan Dlingo yang belum lama ini saya baca di internet.

Dengan sedikit referensi kami langsung meluncur ke Dlingo setelah sebelumnya kami membeli bekal nasi kucing, minuman, dan rujak buah. Saya pacu kendaraan melewati jalur Imogiri - Dlingo, jalur ini merupakan jalur tanjakan dan turunan berkelok-kelok yang cukup menantang jadi kondisi kendaraan harus dalam keadaan waras dan rem yang pakem.
 

asik bermain di air terjun
Jalan tanjakan dan turunan dengan pemandangan indah sudah kami lewati dan akhirnya kami tiba di Pasar Dlingo dengan beberapa kali bertanya kepada warga yang kami temui di perjalanan, di sini kami bertanya lagi letak Kampung Pokoh. Setelah mendapat petunjuk kami langsung menuju ke Kampung Pokoh dengan kondisi buta arah dan medan.

Tidak lama kami pun tiba di Kampung Pokoh, di sini saya mencoba bertanya lagi letak Grojogan Lepo kepada cewek-cewek ABG yang sedang di pinggir jalan. Ternyata nasib kami sedang sangat beruntung karena ternyata mereka juga sedang ingin bermain ke Grojogan Lepo "Alhamdulillah..."
ngeksist

kolam cukup luas
Kami lanjutkan perjalanan dengan mengikuti mereka, tak lama perjalanan akhirnya mereka berhenti dan memarkirkan kendaraan di pinggir jalan. Setelah memarkirkan kendaraan perjalanan dilanjutkan dengan  kaki menuruni lembah dengan melalui jalanan setapak berundak yang dibuat dari batuan dan semen.

Dari pertengahan jalan berundak ini mulai terdengar suara gemuruh air terjun dari bawah lembah, setelah sampai dasar kami menjumpai aliran sungai yang bening kehijauan.

Kami ikuti aliran sungai ini yang ternyata mengalir ke sebuah tebing di bawahnya yang menjadi sebuah air terjun dengan ketinggian sekitar 5-6 meter. Di lokasi ini ternyata juga terdapat satu air terjun lagi yang terletak di bawahnya lagi hanya berjarak puluhan meter saja, namun sayang belum tersedia anak tangga untuk menuju ke air terjun ke dua tersebut.

ada farah quin di dlingo
Di Air Terjun Ledok Pokoh ini sebaiknya kita membawa pakaian ganti karena di dasar air terjun ini berupa kolam yang luas dan berair bening dengan kedalaman sepaha sehingga membuat para pengunjung tergoda untuk berbasahan main air bahkan untuk berenang. Dan ketika berkunjung kesini sebaiknya membawa bekal makanan dan minuman sendiri karena belum ada warung makanan dan minuman di lokasi air terjun, namun ketika tadi siang kesana nampak lokasi ini sudah dibangun fasilitas berupa akses jalan setapak berundak yang terbuat dari batuan dan semen.

Setelah mengambil beberapa gambar air terjun dengan kamera Hp dan menikmati bekal yang kami bawa, kami segera beranjak meninggalkan air terjun ini karena hari sudah semakin sore. Di tengah perjalanan pulang kami mampir membeli oleh-oleh khas dlingo yaitu Tiwul Ayu Mbok Sum. 

mampir di sisa penambangan

12 komentar:

  1. berburu curug terus gan, trimakasih kunjungannya

    BalasHapus
    Balasan
    1. sama2 gan, iyo gan blusukan ndeso2 sekitar

      Hapus
  2. Untuk jalan setapaknya susah ga gan?

    BalasHapus
  3. Untuk jalan setapaknya susah ga gan?

    BalasHapus
  4. ga mas uki, jalannya mudah koq sudah dicor

    BalasHapus
  5. musim kemarau ada airnya ga mas?

    BalasHapus
    Balasan
    1. sebaiknya kesana pas musim hujan aja mas lebih deras airnya

      Hapus
  6. sampai juga ke lokasi dan Ajjiibb, Pokok e Joged lah sampe sana :D btw gambar nya ada yg bikin gax tahan.
    http://rentmotorjogjakarta.wordpress.com/2014/02/12/curug-lepo-yogyakarta/

    BalasHapus
  7. belum sempat ke air terjun ini...
    *cari waktu luang dulu*

    BalasHapus