SOBOnDESO News

Ambarawa dan Kereta Api Uap Kuno

Monumen tank ambarawa
Kota Ambarawa adalah salah satu kota yang mempunyai sejarah besar dalam perang melawan para penjajah, singkat cerita Pada tanggal 11 Desember 1945, Kol. Soedirman mengadakan rapat dengan para Komandan Sektor TKR dan Laskar. Pada tanggal 12 Desember 1945 jam 04.30 pagi, serangan mulai dilancarkan. Pembukaan serangan dimulai dari tembakan mitraliur terlebih dahulu, kemudian disusul oleh penembak-penembak karaben. Pertempuran berkobar di Ambarawa. Satu setengah jam kemudian, jalan raya Semarang-Ambarawa dikuasai oleh kesatuan-kesatuan TKR. Pertempuran Ambarawa berlangsung sengit. Kol. Soedirman langsung memimpin pasukannya yang menggunakan taktik gelar supit urang, atau pengepungan rangkap dari kedua sisi sehingga musuh benar-benar terkurung.

Suplai dan komunikasi dengan pasukan induknya diputus sama sekali. Setelah bertempur selama 4 hari, pada tanggal 15 Desember 1945 pertempuran berakhir dan Indonesia berhasil merebut Ambarawa dan Sekutu dibuat mundur ke Semarang. Kemenangan pertempuran ini kini diabadikan dengan didirikannya Monumen Palagan Ambarawa dan diperingatinya Hari Jadi TNI Angkatan Darat atau Hari Juang Kartika.

Wah ceritanya lumayan panjang ya? padahal cuma copas sedikit dari Wikipedia

Museum kereta api ambarawa
Bukan hanya Monumen Palagan Ambarawa saja yang terkenal di Ambarawa, dikota ini juga terdapat sebuah museum yang unik dan langka kita jumpai di Indonesia yaitu Museum Kereta Api Ambarawa. Tak heran mengapa di Ambarawa memiliki sebuah museum kereta api dengan banyak memiliki kereta api kuno, karena  Ambarawa awalnya merupakan sebuah kota militer pada masa Pemerintahan Kolonial Belanda.

Raja Willem I memerintahkan untuk membangun stasiun kereta api baru yang memungkinkan pemerintah untuk mengangkut tentaranya ke Semarang. Pada 21 Mei 1873, stasiun kereta api Ambarawa dibangun di atas tanah 127.500 m². Pada awalnya dikenal sebagai Stasiun Willem I.






Walaupun saya sudah beberapa kali ke kota bersejarah ini dan sempat  mampir ke Museum Kereta Api Ambarawa, namun belum puas rasanya menjelajahi Ambarawa kalau belum mencoba menaiki kereta api uap kuno bergerigi yang bisa mendaki dan menuruni perbukitan. Konon kereta api uap bergerigi ini sangat unik dan merupakan salah satu dari tiga yang masih tersisa di dunia, dua di antaranya ada di Swiss dan India. Selain koleksi-koleksi unik tadi, masih dapat disaksikan berbagai macam jenis lokomotif uap dari seri B, C, D hingga jenis CC yang paling besar (CC 5029, Schweizerische Lokomotiv und Maschinenfabrik) di halaman museum.

Saat melihat kereta api kuno yang melintas
Mungkin suatu saat nanti bisa merasakan langsung sensasi di atas kereta api legendaris yang masih beroperasi ini, dengan pemandangan alam perbukitan, persawaah hijau dan perkampungan penduduk sepertinya akan menjadi sebuah pengalaman yang seru untuk dicoba. Untuk menaiki kereta api kuno yang mampu berjalan dengan kemiringan 30 derajat /ml ini, tiap orang di pungut biaya Rp.50.000/orang. Atau jika ingin mencarter dikenakan biaya kurang lebih Rp.3.000.000 untuk sekali perjalanan. Mungkin pembaca bisa mengajak saya jika ada yang berminat mencoba menaiki kereta api kuno ini.

No comments

Termakasih telah berkunjung.... sobondeso.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis, komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator. Bila ada komentar yang menurut kami tidak sesuai maupun spam admin berhak untuk menghapusnya.